Selasa, 31 Juli 2012

Berbagai Pertanyaan Tentang Kasus Cikeusik


Ada beberapa pertanyaan kami tentang peristiwa yang terjadi di Cikeusik hari Minggu lalu. Apa yang sebenarnya terjadi?

Tentang kesan pembiaran dan ketidaksigapan polisi. Hari Jumat (4 Februari 2011), ketika massa sudah mulai berdatangan ke Umbulan, Cikeusik, Pandeglang, Banten, aparat lokal sebenarnya sudah tahu tentang hal itu. Polsek sudah mengerahkan polisi ke lokasi. Polres sudah tahu dan sudah siaga. Menurut kabar dari keluarga seorang kawan di ANTV, sejak Jumat itu aparat di seluruh Kabupaten Pandeglang sudah tahu kalau ada rombongan massa yang datang ke Cikeusik. Hari itu juga Suparman (tokoh Ahmadiyah lokal) dan keluarganya pun sudah dievakuasi polisi. Kemudian pada Sabtu malam (5 Februari 2011), massa Ahmadiyah datang dengan dua mobil dari Bogor dan Jakarta.
Menurut polisi, mereka telah menyuruh warga Ahmadiyah yang baru datang itu untuk pergi/dievakuasi, tapi mereka menolak. Karena itu polisi pun meninggalkan lokasi. Pertanyaannya, mengapa polisi membiarkan mereka bertahan di situ? Mengapa polisi tidak berinisiatif untuk memaksa mereka pergi dan mengevakuasi ke tempat aman? Bukankah mereka sudah tahu bahwa kondisi sudah demikian gawat? Di sinilah terkesan polisi membiarkan bentrokan akan terjadi dengan menarik anggotanya dari lokasi. Bahkan kawan kami di redaksi bercerita bahwa saudaranya yang bekerja di pemda Pandeglang bertanya-tanya, mengapa bentrokan itu terjadi padahal seharusnya bisa dicegah karena sudah diketahui sejak awal.

Tentang Massa Ahmadiyah. Mengapa massa Ahmadiyah yang baru datang dengan dua mobil itu menolak dievakuasi? Ada kesan bahwa mereka memang sengaja mempersiapkan diri untuk menjadi martir karena kedatangan mereka jelas bakal memprovokasi massa yang sudah terpancing emosinya sejak dua hari sebelumnya. Lalu apa tujuan mereka? Apalagi massa Ahmadiyah itu sempat mengatakan bahwa mereka ingin bertahan sampai titik darah penghabisan. Mengapa? Apakah mereka memang berharap agar kasus ini meledak dan kemudian menjadi perhatian masyarakat di dalam dan luar negeri? Ataukah mereka dikorbankan untuk scenario berdarah ini?

Penggerak Massa: Dari gambar-gambar video yang muncul di Youtube maupun yang kami dapatkan sendiri di lapangan, tampak jelas bahwa pada awalnya massa tampak digerakkan oleh belasan orang berjaket hitam, sebagian berkaos t-shirt dan kemeja dan bersenjata golok. Yang menarik, mereka ini membawa tanda pengenal berupa pita biru di kerah, atau di dada atau di lengan atas.
Nah, tidak seperti massa cair yang cenderung bergerak setelah berkumpul banyak orang, belasan orang ini berjalan dengan langkah pasti, dengan jarak sekitar beberapa ratus meter, menuju rumah warga Ahmadiyah itu (rumah Suparman). Begitu sampai di depan pekarangan rumah Suparman mereka langsung menghajar warga Ahmadiyah yang berjaga di pekarangan dengan serangan memakai golok, bambu, batu dan lain-lain. Dari gerak-geriknya, mereka tampak sudah sangat terlatih memainkan golok, mampu berkelit dengan tangkas dan berkelahi. Anehnya, ketika massa mulai nimbrung, pentolan-pentolan penggerak massa ini sudah tidak tampak lagi... Lalu ke mana mereka pergi?

Adanya beberapa kamera video yang sudah standby dari awal. Bagi orang televisi seperti kami, adanya gambar-gambar video yang menggambarkan peristiwa penyerbuan itu sejak awal hingga akhir sangat menarik. Sebab, dari cara mengambil gambarnya saja, sang cameraman terlihat cukup berpengalaman, dengan kamera yang cukup baik, dan yang lebih penting lagi kamera yang ada di lokasi itu tampaknya ada beberapa, minimal dua atau tiga buah, dengan posisi yang sangat bagus dan bisa bercerita banyak tentang peristiwa itu.
Mari kita lihat kamera pertama. Kamera pertama ini mengambil gambar long shoot ketika belasan orang berjalan dengan bergegas, dipimpin seorang lelaki berjaket hitam dan berkopiah hitam. Kamera ke dua mulai merekam ketika belasan orang itu semakin mendekati lokasi, berteriak-teriak, mulai dari long shoot kemudian medium shoot hingga si pemimpin masa sempat diambil gambarnya dalam jarak dekat secara closeup meski hanya sekilas. Lalu kamera bergerak pan ke kanan dan mengambil gambar ketika seorang polisi mencoba menahan massa tapi kemudian membiarkan mereka. Mengapa polisi tidak terus menahan mereka, mengeluarkan tembakan peringatan dan sebagainya? Apakah karena polisi itu melihat pita-pita biru yang dipakai belasan orang itu? Ataukah mereka saling kenal?
Selanjutnya ketika bentrokan awal mulai terjadi, tampak jelas betapa kamera yang mengambil gambar itu berada di belakang penyerbu. Yang menarik cameraman yang mengambil suasana bentrokan itu terkesan tidak takut dan seolah sudah saling mengenal dengan penyerbu, sehingga mereka bisa mengambil gambar dengan tenang. Hal itu pula yang terjadi ketika warga Ahmadiyah yang sudah ditelanjangi kemudian dipukuli dan dianiaya dengan sadis. Kamera tetap mengambil gambar tanpa takut, tidak dilarang untuk mengabadikan penganiayaan itu, dan bahkan mengambil gambar orang-orang yang mengambil gambar kekejaman itu dengan handphonenya.

Soal gambar-gambar video diupload di Youtube. Di Cikeusik kontributor kami memang terlambat sampai ke lokasi. Baru sore dia sampai lokasi. Tapi contributor kami ini datang bersama para wartawan dan kontributor dari media lainnya. Maka yang pertama kali dikirim dari lokasi peristiwa adalah gambar-gambar pasca kejadian. Mengirim gambar via streaming dari lokasi juga tidak bisa dilakukan dengan cepat, maka baru pada malam hari gambar pasca peristiwa terkirim dari warnet di kota kecamatan.
Nah, di saat kontributor televisi kerepotan ke lokasi dan kemudian mengirim gambar yang mereka dapat sendiri di kota kecamatan, ternyata gambar-gambar peristiwa bentrokan terjadi yang begitu jelas dan gamblang itu sudah diupload ke youtube pada Senin pagi 7 Februari 2011, dengan beberapa nama uploader. Ada yang dengan nama andreasharsono, amatkuat dan sebagainya.  Lalu mengapa gambar-gambar itu bisa begitu cepat terkirim di Youtube, sementara kontri kami dapat gambar-gambar itu besoknya. Dari mana mereka mendapat gambar-gambar itu?
Ada tiga seri “video amatir” yang kami dapat dari lapangan. Pertama kami dapat dengan merekam langsung gambar itu dari kamera handphone seorang… petugas Kodim… Gambar itu identik dengan salah satu gambar video kekerasan di Cikeusik lewat Youtube yang menggambarkan suasana saling lempar dan bacok antara warga Ahmadiyah melawan penyerang.
Gambar kedua adalah gambar terpanjang, sekitar 10 menit. Gambar ini kami dapat ketika reporter kami sedang berada di sebuah warnet di kota kecamatan Cikeusik. Saat itu ada seorang polisi di sana. Karena koordinator liputan daerah meminta gambar video amatir yang lain –selain yang pertama--, maka reporter itu langsung berinisiatif meminta kepada si polisi, “Punya video amatir soal penyerbuan kemarin nggak, Pak?” Polisi itu menjawab, “Ada tuh di computer yang kamu pakai, tadi barusan ditransfer…” (???) Yang menarik, gambar ini sama dengan gambar video yang isinya pembakaran dan penganiayaan sadis warga Ahmadiyah yang diupload di Youtube.
Video ketiga didapat reporter kami dari seorang warga yang mengambil gambar dengan handphonenya ketika suasana mulai agak reda sampai penganiayaan. Kualitas ketiga video ini berbeda-beda. Yang pertama karena diambil dengan kamera handphone langsung sangat berbeda dengan video gambar cenderung flat dan tidak begitu kelihatan detailnya. Gambar ke dua lebih detail dan gambar pun stabil. Sedangkan gambar ketiga karena dari kamera handphone sederhana kualitas gambar lebih buruk.
Namun gambar yang detail kami dapat kemudian, sebagaimana gambar video yang diupload di Youtube, tergambar secara detail suasana kedatangan para penggerak massa, sampai masuk ke pekarangan dan bentrokan awal, kualitas gambarnya jauh lebih bagus. Gambar video ini juga lebih bercerita, dengan berbagai sudut pengambilan gambar yang bagus, cara mengambil gambar pun tampak lebih professional. Lalu siapa yang mengambil gambar ini? Mengapa pengambilan gambarnya begitu professional? Mengapa mereka kelihatan tidak berkonflik dengan penyerang? Lalu apa motif mereka?
Hingga kini kami masih belum menyimpulkan dalang kasus ini secara pasti. Tapi paling tidak, kami jadi bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi? Siapa yang sedang bermain-main dengan nyawa manusia?

Sumber : Catatan Hanibal Wijayanta pada 9 Februari 2011 pukul 19:36

Jumat, 27 Juli 2012

ASMAUL HUSNA


1. AR RAHMAAN = MAHA PENGASIH
2. AR RAHIIM = MAHA PENYAYANG
3. AL MAALIK = MAHA RAJA.
4. AL QUDDUUS = MAHA SUCI
5. AS SALAAM = MAHA PEMBERI KEDAMAIAN
6. AL MU’MIN = MAHA PEMBERI KEAMANAN
7. Al MUHAIMIN = MAHA MEMELIHARA
8. AL ‘AZIIZ = MAHA PERKASA
9. AL JABBAAR = MAHA PEMAKSA
10. AL MUTAKABBIR = MAHA PEMILIK SEGALA KEAGUNGAN.
11. AL KHAALIQ = MAHA PENCIPTA
12. AL BAARI’ = MAHA MENGADAKAN
13. AL MUSHAWWIR = MAHA PEMBENTUK
14. AL GHAFFAAR = MAHA PENGAMPUN
15. AL QOHHAAR = MAHA PENAKLUK
16. AL WAHHAAB = MAHA PEMBERI
17. AR RAZZAAQ = MAHA PEMBERI REZEKI
18. AL FATTAAH = MAHA PEMBUKA PINTU RAHMAT
19. AL ‘ALIIM = MAHA MENGETAHUI
20. AL QAABIDH = MAHA MENYEMPITKAN
21. AL BAASITH = MAHA MELAPANGKAN
22. AL KHAAFIDH = MAHA MERENDAHKAN
23. AR RAAFI’ = MAHA MENINGGIKAN
24. AL MU’IZZ = MAHA MEMULIAKAN
25. AL MUDZILL = MAHA MENGHINAKAN
26. AS SAMII’ = MAHA MENDENGAR
27. AL BASHIIR = MAHA MELIHAT
28. AL HAKAM = MAHA MENETAPKAN HUKUM
29. AL ‘ADL = MAHA ADIL
30. AL LATHIIF = MAHA LEMBUT
31. AL KHABIIR = MAHA MENGETAHUI
32. AL HALIIM = MAHA SABAR
33. AL ‘AZHIIM = MAHA AGUNG
34. AL GHAFUUR = MAHA PENGAMPUN
35. ASY SYAKUUR = MAHA MENGHARGAI
36. AL ‘ALIYY = MAHA TINGGI
37. AL KABIIR = MAHA BESAR
38. AL HAAFIIZH = MAHA MEMELIHARA
39. AL MUQIITU = MAHA MENJAGA
40. AL HASIIB = MAHA MENGHITUNG
41. AL JALIIL = MAHA LUHUR
42. AL KARIIM = MAHA PEMURAH
43. AR RAQIIB = MAHA MENGAWASI
44. AL MUJIIB = MAHA MENGABULKAN
45. AL WAASI’ = MAHA LUAS
46. AL HAKIIM = MAHA BIJAKSANA
47. AL WADUUD = MAHA MENGASIHI
48. AL MAJIID = MAHA MULIA
49. AL BAA’ITS = MAHA MEMBANGKITKAN
50. ASY SYAHIID = MAHA MENYAKSIKAN
51. AL HAQQ = MAHA BENAR
52. AL WAKIIL = MAHA MEWAKILI
53. AL QAWIYY = MAHA KUAT
54. AL MATIIN = MAHA KOKOH
55. AL WALIYY = MAHA PELINDUNG
56. AL HAMIID = MAHA TERPUJI
57. AL MUHSHII = MAHA PENGHITUNG
58. AL MUBDI’ = MAHA MEMULAI
59. AL MU’IID = MAHA MENGEMBALIKAN
60.AL MUHYII = MAHA PEMBERI KEHIDUPAN
61. AL MUMIIT = MAHA MEMATIKAN
62. AL HAYY = MAHA HIDUP
63. AL QOYYUUM = MAHA BERDIRI SENDIRI
64. AL WAAJID = MAHA MENEMUKAN
65. AL MAAJID = MAHA MULIA
66. AL WAAHID = MAHA TUNGGAL
67. AL AHAD = MAHA ESA
68. ASH SHAMAD = MAHA DIBUTUHKAN
69. AL QOODIR = MAHA MAMPU
70. AL MUQTADIR = MAHA BERKUASA
71. AL MUQADDIM = MAHA MEMPERCEPAT
72. AL MUAKHKHIR = MAHA MENUNDA
73. AL AWWAL = MAHA AWAL
74. AL AAKHIR = MAHA AKHIR
75. AZH ZHAAHIR = MAHA NYATA
76. AL BAATHIN = MAHA TERSEMBUNYI
77. AL WAALII = MAHA MEMERINTAH
78. AL MUTA’AALII = MAHA TINGGI
79. AL BARR = SUMBER SEGALA KEBAIKAN
80. AT TAWWAAB = MAHA PENERIMA TOBAT
81. AL MUNTAQIM = MAHA PENUNTUT BALAS
82. AL ‘AFUWW = MAHA PEMAAF
83. AR RA’UUF = MAHA BELAS KASIH
84. MAALIKUL-MULK = MAHA MEMILIKI KERAJAAN ABADI
85. DZUUL-JALAALI-WAL-IKROOM = MAHA MEMILIKI KEBESARAN DAN KEMULIAAN
86. AL MUQSITH = MAHA ADIL
87. AL JAAMI’ = MAHA MENGHIMPUN
88. AL GHANIYY = MAHA KAYA
89. AL MUGHNII = MAHA PEMBERI KEKAYAAN
90. AL MAANI’ = MAHA PENCEGAH
91. ADH DHAAR = MAHA PEMBERI KESUKARAN
92. AN NAAFI’ = MAHA PEMBERI MANFAAT
93. AN NUUR = MAHA PEMBERI CAHAYA
94. AL HAADII = MAHA PEMBERI PETUNJUK
95. AL BADII’ = MAHA PENCIPTA HAL BARU
96. AL BAAQII = MAHA KEKAL
97. AL WAARITSU = MAHA MEWARISI
98. AR ROSYIID = MAHA PEMBERI PETUNJUK KE JALAN YANG BENAR
99. YAA SHABUUR = MAHA SABAR

Rabu, 25 Juli 2012

Sejarah Islam di Tatar Sunda


Dalam hal agama atau suatu keyakinan yang dianut oleh masyarakat sunda, bahwa orang yang pertama kali memeluk dan menyebarkan Islam di Tatar Sunda adalah Bratalegawa. Bratalegawa adalah putra kedua Prabu Guru Pangandiparamarta Jayadewabrata atau Sang Bunisora, penguasa Kerajaan Galuh. Ia memilih hidupnya sebagai saudagar besar. Karena posisinya itu, ia terbiasa berlayar ke Sumatera, Cina, India, Srilangka, Iran, sampai ke negeri Arab. Ia menikah dengan seorang Muslimah dari Gujarat bernama Farhana binti Muhammad.
Melalui pernikahan ini, Bratalegawa memeluk Islam, kemudian menunaikan ibadah haji dan mendapat julukan Haji Baharudin. Sebagai orang yang pertama kali menunaikan ibadah haji di kerajaannya, ia dikenal dengan sebutan Haji Purwa (pertama). Ia kemudian menetap di Cirebon Girang yang saat itu berada di bawah kekuasaan Galuh. Bila cerita ini menjadi patokan, dapat disimpulkan bahwa Islam pertama kali dibawa ke Tatar Sunda oleh pedagang dan pada tahap awal belum banyak pendukungnya karena masih terlampau kuatnya pengaruh Hindu.

Jika dikhususkan di tanah sunda, maka orang yang sangat berperan penting dalam hal penyebaran agama islam tidak akan terlepas dari peran beberapa orang pemuka agama diantaranya adalah :
Pertama, Haji Purwa, beliau adalah orang yang pertama kali masuk islam serta menikah dengan wanita muslimah dari Gujarat yang bernama Farhana Binti Muhammad yang dikemudian hari memiliki seorang anak dan menikah dengan wanita yang berasal dari daerah India juga. Jalan dakwah yang telah dilakukan oleh Haji Purwa dengan jalur dialog dan yang pertama kali dia ajak untuk masuk agamanya tersebut adalah adik serta kakaknya sendiri, meskipun dakwahnya ini ditolak tapi diantara mereka tidak ada perselisihan sama sekali. Yang pada tahap selanjutnya beliau mulai menyebarkan ajaran agamanya kepada rakyatnya.
Kedua, Syekh Quro, dia dikenal sebagai orang yang pertama kali mendirikan sebuah pesantren di daerah Cirebon, dan yang sering diajarkannya adalah Qira’at (Quro), sehingga ia dikenal oleh masyarakatnya dengan syekh Quro. Salah seorang murid dari syekh Quro ini adalah Subang Larang yang dikemudian hari menikah dengan Prabu Siliwangi.
Ketiga, Syekh Nurul Jati, beliau mengajarkan ilmunya kepada walasungsang yang notabene adalah seseorang yang mempunyai pengaruh yang cukup kuat dalam suatu pemerintahan. Bahkan sebelum belajar kepada syekh Nurul Jati ini, walasungsang sempat mendapatkan benda-benda pusaka yang ia peroleh dari beberapa gurunya yang lain yang setelah ditafsirkan oleh syekh Nurul Jati ternyata memiliki makna keagamaan yang sangat banyak.

Dalam hal keyakinan beragama seseorang, biasanya seorang raja selalu memaksakan rakyatnya agar memeluk agama tertentu yang sesuai dengan keyakinannya tersebut. Namun bagi pemimpin kerajaan Sunda yaitu Prabu Siliwangi atau Sri Baduga Maharaja tidak memaksakan bagi rakyatnya untuk memeluk agama tertentu, dalam hal ini termasuk agama Islam. Semua itu terjadi karena Prabu Siliwangi telah menikah dengan seorang wanita muslim, sehingga dia membebaskan rakyatnya untuk memeluk agama tertentu meskipun dia sendiri masih menganut agama Hindu.
Proses islamisasi Prabu Siliwangi tidak akan terlepas dari silsilah pernikahannya dengan Nyi Subang Larang, murid dari syekkh Quro. Pada pernikahan inilah Prabu Siliwangi mulai mengislamkan dirinya, dan akhirnya dikaruniai tiga orang anak yaitu Walasungsang, Laras Santang, dan Raja Sangara. Yang dikemudian hari salah satu anaknya tersebut akan melahirkan seorang pemuka agama yang akan menyebarkan islam di tanah jawa dan suatu hari nanti akan ada yang selalu mengenangnya, dia adalah Sunan Gunung Djati atau juga dikenal dengan nama Syarif Hidayatullah.

Selain itu pula, terdapat beberapa faktor yang membuatnya masuk pada agama islam yang dikemudian hari dapat memudahkan bagi penyebaran agama islam di tatar sunda, diantaranya adalah :
Pertama, Terdapatnya pesantren Syekh Quro di daerah Cirebon, yang didalamnya terdapat seorang murid yang suatu hari nanti menikah dengan Prabu Siliwangi, dia adalah Nyi Subang larang. Selain pernikahannya dengan Nyi Subang larang, beliau pun menikahi dua orang wanita lagi dia adalah Nyi Ambet Kasih, dan Nyi Aciputih.
Kedua, Terdapatnya proses pelayaran yang dilakukan oleh panglima Cheng Ho ke berbagai daerah, salah satunya di daerah Cirebon. Yang kemudian hari bersahabat dengan Ki Gedeng Tapa. Di kota Cirebon inilah Panglima Cheng Ho mendirikan mercu suar yang biasa digunakan oleh para pelayar untuk menentukan arah dan juga mendirikan klenteng  Sam Po Kong.
Ketiga, Nyi Subang Larang yang mulai mengirimkan anaknya walasungsang untuk berguru kepada Syekh Datuk Kahfi (Syekh Nurul Jati) yang selanjutnya atas perintahnyalah walasungsang pergi untuk menunaikan haji.


Kisah Lainnya :

  1. Ada pula naskah tradisional lain yang menyebutkan cerita tentang Syekh Nurjati dari Persia. Ia adalah ulama yang datang pada sekitar abad ke-14 bersama 12 orang muridnya untuk menyebarkan Islam di daerah jawa Barat. Atas izin penguasa pelabuhan tempat ia mendarat, ia diperbolehkan menetap di Muarajati (dekat Cirebon) dan mendirikan pesantren di sana. Kisah ini terdapat dalam naskah Carita Purwaka Caruban Nagari.
  2. Ada lagi kisah tentang ulama yang datang dari Campa (sekitar Vietnam) bernama Syekh Quro. Ia singgah di Karawang bersama-sama dengan kapal Laksamana Cheng Ho.Sementara Cheng Ho melanjutkan misinya, Syekh Quro memilih tinggal di Karawang dan menikah dengan Ratna Sondari putra penguasa Karawang. Ia diizinkan untuk mendirikan pesantren hingga ia dapat menyebarluaskan ajaran Islam secara lebih leluasa.
Sumber-sumber tradisional ini, sekalipun dalam perspektif sejarawan Barat dianggap sebagai sumber yang tidak otoritatif, namun untuk tidak dipercayai secara keseluruhan pun bukan perkara yang tepat. Oleh sebab itu, sebagai informasi permulaan apa yang ditulis dalam sumber-sumber tradisional di atas patut dipertimbangkan.

Bila sumber-sumber ini kita pegang, dapat disimpulkan bahwa Islam telah datang ke Tatar Sunda sejak abad ke-12 atau ke-13. Akan tetapi, sebagaimana umumnya pengembangan agama secara damai, tersebarnya Islam untuk sampai menjadi anutan mayoritas membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Oleh sebab itu, bila pada abad ke-16, Kerajaan Sunda runtuh, bukan berarti bahwa Islam yang menghancurkannya.

Kehancuran Kerajaan Sunda adalah karena kekuatannya secara politik semakin merosot sehingga mudah untuk dihancurkan. Hanya saja, saat itu yang berhadap-hadapan dengan Kerajaan Sunda adalah Kerajaan Banten sehingga banyak yang secara simplisistik menyebutkan bahwa hancurnya simbol “kasundaan” adalah ketika Islam datang.

Wallohu 'alam


Cat. : Sumber diambil dari Mbah Google

Senin, 16 Juli 2012

Nongkrong Bareng #IndonesiaTanpaJIL Bandung

Ada suasana yang berbeda pada ahad (15 Juli 2012) di area Car Free Day Dago, Bandung. Ya, ini adalah aksi pertama kalinya #IndonesiaTanpaJIL Chapter Bandung yang menggabungkan sebar flyer/buletin, musik dan talk show.
Acara dimulai pada jam 07.00 wib disaat pengunjung mulai banyak, dan dibuka oleh penampilan Modern Mode yang diantara personilnya ada Noor Al-Kautsar atau yang dikenal dengan nama Ucay Rocket Rockers. Ya, Ucay yang merupakan vokalis Rocket Rockers itu menjadi icon #IndonesiaTanpaJIL Chapter Bandung. Pengunjung mulai bertambah dan ini memudahkan kami untuk melakukan sebar flyer dan buletin. Biasanya kami menyebarkan flyer dan buletin sangat susah untuk menghabiskan seratus lembar, akan tetapi pada aksi kali ini, 300 lembar bisa habis dalam waktu kurang dari 1 jam saja.

Acara makin seru ketika diadakannya talk show dengan menghadirkan Fauzi Baadilla, presenter dan aktor itu mendukung gerakan #IndonesiaTanpaJIL tanpa pikir panjang, karena memang sebelumnya Bang Ozi (panggilan akrabnya) dulunya korban juga. Maklum aja lah, tempat tinggalnya itu dekat dengan markas Jaringan Islam Liberal (JIL) yang jadi pengusung aliran Sekularisme, Pluralisme & Liberalisme (SEPILIS) di Indonesia.
Dalam talk show, tidak hanya Bang Ozi saja yang dijadikan narsum, Kang Ucay yang mantan korban faham SEPILIS juga ikut menemani. Tidak lupa juga Ust. Hafidz Ari yang seorang "bighot" (sebutan para JILers kepada para pendukung #IndonesiaTanpaJIL) dan bahkan pernah mendapat ancaman pembunuhan.
Partisipasi dan antusias dari para pengunjung saat talk show berlangsung, membuat suasana CFD khususnya di sekitar acara aksi #IndonesiaTanpaJIL ini memang agak tersendat karena sosok Fauzi Baadilla yang merupakan seorang public figure (selebritis) memancing pengunjung untuk memadati venue "hajat"-nya #IndonesiaTanpaJIL Chapter Bandung.
Dilengkapi dengan sosok Kang Ucay yang juga dikenal sebagai seniman musik di kota Bandung khususnya mereka para penggemar musik modern, menjadi tambahan penyebab "mandeg" lalu lintas di sekitar venue #IndonesiaTanpaJIL dan inilah mungkin kesuksesan pegiat gerakan #IndonesiaTanpaJIL Bandung seteleh beberapa kali mengadakan aksi sebar flyer, akan tetapi respon masyarakat sangat kurang dirasakan.
Tetapi setelah aksi ini sebanyak 51 responden baru mulai bergabung dengan gerakan #IndonesiaTanpa JIL. Jumlah 51 itu memang sedikit, tapi dari jumlah itu bisa kembali menggurita melalui teman-temannya baik di dunia nyata maupun di dunia maya dengan posting-postingan tentang gerakan #IndonesiaTanpaJIL
Akhirnya acara ditutup dengan penampilan dari salah satu grup musik kota Bandung yang juga mendukung gerakan #IndonesiaTanpaJIL ini yaitu Rahmat dan Firman yang tergabung dalam Good Boy Badminton. Penampilan apik dan sederhana GBB ini mampu meredam suasana matahari yang mulai sedikit naik di area CFD Dago.
Sebelum penampilan GBB yang saat itu sudah siap di stage, pegiat #IndonesiaTanpaJIL Bandung + Fauzi Baadilla dan juga Ibu Lisa Marlina (President Director 99ers Corp.), bersama para pengunjung mengacungkan 1 jari telunjuk yang biasa kami sebut sebagai Salam Satu Jari sambil meneriakkan "INDONESIA TANPA JIL", sebagai suatu ikrar menolak faham SEPILIS.
Inilah beberapa orang pegiat #IndonesiaTanpaJIL Chapter Bandung dan rekan dari kota lain yang kebetulan ikut menghadiri "hajat" #IndonesiaTanpaJIL di CFD Dago ini sedang berpose bersama.
Setelah kegiatan ini, #IndonesiaTanpaJIL Chapter Bandung kembali akan menggelar kegiatannya termasuk dalam rangka bulan suci ramadhan yaitu dengan mengadakan TARLING atau Taraweh Keliling. Semua kegiatan termasuk nantinya bersilaturrahim pada para ulama di kota Bandung, adalah menuju satu acara besar, dimana para aktivis dan pendukung beserta simpatisan gerakan #IndonesiaTanpaJIL Chapter Bandung ini akan mendeklarasikan Bandung Tanpa JIL.
Semoga bisa tercapai.
Amin ya robbal 'alamin.

Inilah video saat Nongkrong Bareng #IndonesiaTanpaJIL Chapter Bandung


foto by : @m_iping @kangsodiq @TanpaJIL @ajengkol

Sabtu, 14 Juli 2012

Menikah? Siapa Takut?

Assalamu'alaikum  wr. wb.
Bismillahirrahmanirrahim


Siapa yang ingin menikah?
Setiap orang normal memimpikan hal itu, terlebih bagi mereka yang sudah berusia lebih dari cukup, dan tentunya sama lawan jenisnya, karena menikah itu sunnah yang sangat dianjurkan.
Saya sering ngobrol atau menanyakan perihal menikah ini. Bila kita bertanya atau ditanya, apakah siap menikah? Lebih dari 90% jawabannya : "Saya belum siap!"
Lalu kapan siapnya? Apakah nunggu MBA? Naudzubillah...

Banyak faktor yang mempengaruhi seseorang menjawab "Saya belum siap!" Padahal sudah cukup umur menjadi seorang suami/istri. Dan yang terbanyak alasan adalah masalah rezeki.
Menikah, mau tidak mau, siap tidak siap adalah hal yang harus dijalankan. Rezeki itu Allah swt yang mengaturnya. Setiap makhluk hidup memiliki takdir atas rezekinya masing-masing.
Pertanyaannya : Apakah kita sudah tidak percaya kepadaNya?
Dalam hal pernikahan ini, Rasulullah saw. secara tegas menolak seorang sahabat bernama Utsman bin Madh'un untuk hidup membujang, karenanya beliau adalah orang yang akan berdiri (menyanggupi/mengizinkan) apabila beliau dimintai izin oleh Utsman karena alasan menikah. (lihat HR. Bukhari)
Jujur saja, ketidaksiapan menikah pun pernah saya alami. Alasannya memang tidak ada, hanya keteguhan hati yang memang merasa belum siap. Tapi ketika pernikahan itu saya jalankan, semuanya tidak ada masalah, hanya perubahan status saja dari seorang bujangan menjadi suami. Dan perubahan dalam surat kependudukan.
Bahkan menikah itu asyik. Kita bisa saling berbagi, saling memberi dan menerima, merasa diri ini berarti karena adanya saling membutuhkan. Istri membutuhkan perlindungan suami, dan suami membutuhkan tempat untuk "share" disaat permasalahan mendera.
Menikah juga menjadikan sesuatu yang asalnya merupakan dosa besar (zina), menjadi sesuatu yang halal, karena sebuah proses yang dilalui melalui ikatan suci yang bernama akad nikah. Sebuah perjanjian yang langsung diridhoi Allah swt dan atas nama Allah swt.

Saya kadang miris ketika pulang kerja melihat beberapa pasangan non mahrom (anak SMU) di Jl. Kartini, Kota Cimahi (belakang Taman Kartini - dekat RS Dustira) saling bergandengan, berpegangan, bahkan salah satu atau keduanya memeluk pasangan atau saling berpelukan.
Rupanya konsep liberalisasi dalam hal hubungan ta'aruf pasangan berbeda itu begitu melampaui batas akibat liberalisasi media hiburan yang tidak bisa meredam norma dengan suguhan yang tidak islami, bahkan peredaran film porno serta akses pornografi yang angkanya cenderung meningkat.
Saya yakin, tidak ada satu pun orang tua yang tidak malu apabila anak gadisnya hamil duluan (sebelum menikah), atau anak lelakinya menghamili anak orang. Pastilah akan malu.
Islam telah memberikan rambu khusus masalah ini yaitu dengan menikah atau berpuasa. Ini semata untuk menjaga atau mengurangi syahwat yang haram.

Bagaimana memilih pasangan yang sebaiknya?
Karena saya seorang laki-laki, saya akan bicara dari sudut pandang laki-laki juga. Nah, apa saja yang harus dijauhkan dalam meminang wanita?
1. Menikah karena harta wanita
Barangsiapa yg menikahi seorang wanita karena harta dan kecantikan, niscaya Allah swt. akan melenyapkan harta dan kecantikannya.
2. Menikah karena status sosial
Barangsiapa menikahi seorang wanita karena kebangsawanannya, niscaya Allah swt. tidak akan menambah, kecuali kehinaannya.
3. Menikah karena kecantikan wanita pasangannya
Barangsiapa menikahi seorang wanita karena ingin kecantikannya, mungkin hal itu akan membawa kerusakkan bagi mereka sendiri.

Jadi, untuk memilih seorang wanita, nikahilah pasangan kita dengan dasar agama. Karena harta, status sosial dan kecantikan hanya akan membawa kita pada kesombongan.

Bagaimana halnya dengan meminang pasangan kita?
Menurut sebagian pendapat ulama, melihat wanita yang akan kita pinang itu hukumnya sunat.
Apabila seorang diantara kamu meminang, kiranya dia dapat melihat wanita itu, hendaklah dilihatnya dengan tujuan untuk bertambah keinginan kepada perkawinan.

Yang merasa diri "jomblo" jangan berkecil hati. Ingat bahwa Allah Maha Kuasa atas segalanya. Dan Allah menciptakan segalanya berpasangan.
Lihat dan fahami QS. Ar-Rum:21- Diantara kekuasaan Alloh diciptakan untukmu istri2 dari jenismu sendiri supaya tentram dan ada kasih sayang. Dan itulah tanda-tanda kekuasaan Allah swt. bagi orang yang berfikir.

Kriteria apa saja dalam mencari pasangan (wanita) yang menurut Islam adalah paling baik?
Baik, kita bikin kalkulasi aja ya, biar yg cewek juga ikutan ngerti dan ikut introspeksi diri :D
Bila kita memilih wanita karena agamanya (sholihah, santun & pandai menjaga diri), kita akan mendapat nilai 1 (satu). Terlihat kecil ya?
Kalau begitu, mari kita tambahkan. Setelah wanita itu sholihah dan mendapat nilai 1, maka kita tambah kriteria wanita kita berwajah yang cantik dengan menyimpan angka 0 (nol) dibelakan angka sebelumnya, sehingga menjadi 10 (sepuluh). Berlipat kan nilainya? Apa masih kurang?
Baik, kita tambahkan lagi. Ternyata kita menginginkan juga wanita yang "gaul", pinter dan terpelajar. Nah, kita kasih juga tambahan 0 dibelakangnya jadi 100. Wow! Makin oke tuh cewek. Apa cukup? Kita belum puas! Iya deh, manusia memang tidak pernah merasa puas.
Kita tambah lagi wanita yang kita inginkan itu setelah sholihah, cantik dan pintar, kita tambah dengan wanita yang kita inginkan yaitu kaya (berharta). Maka kita tambahkan lagi 0-nya menjadi 1000. Mantap :D
Eh, tapi masih ada nih yang belum puas!
Baik, kita tambah dengan wanita yang kita idamkan itu seorang wanita yang beken atau terkenal atau istilahnya publik pigure, boleh dibilang selebritis, lah! Maka kita tambahkan lagi 0-nya jadi 10000.
Nah lho, masih ada yang kurang. Ya deh, dan seabreg kelebihan lainnya tentang cewek kita itu maka kita tambahkan saja dibelakang nilai sebelumnya dengan angka 0 biar makin oke nilainya. Jujur, saya aja mau tuh kriteria yang sempurna itu. Dan tidak mustahil nilai wanita bakal nambah sejuta, semilyar bahkan sampai setrilyun dengan banyak digit.
Tapi coba kita perhatikan, apabila ternyata wanita itu tidak sholehah, maka hanya angka 1 yang hilang. dan yang tersisa cuma rentetan angka 0. Maka, mana nilai yang paling baik?
Nah, apalah arti cantik, pintar, kaya, terkenal, dan lain-lain kalau ternyata wanita yang kita sayangi lemah imannya, terlebih tidak bisa jaga kehormatannya. Bagaimana mungkin saat menikah nanti dia bisa menjaga dirinya serta kehormatan keluarganya apabila dari sebelumnya tidak dilandasi dengan iman.
Mending kita singkirkan saja segala kriteria yang tidak penting itu. Kalau sudah ta'aruf, ada baiknya bilang orang tua kita (apabila masih memiliki) untuk meminang wanita pujaan kita supaya aman.
Status pacaran itu sangatlah tidak nyaman. Mau ciuman takut ketahuan, apalagi lebih. Kalaupun dilakukan, begitu bejatnya iman pasangan itu. Mereka saling bergandengan tangan, berpelukan di pinggir jalan seakan seperti orang yang tidak memiliki rumah atau bahkan seperti gelandangan yang mencari "sesuatu".
Memilih pria atau wanita itu ibarat memilih susu dalam 2 wadah atau tempat. Yang satu ada di dalam gelas kristal, dan yang satunya lagi ada dalam batok kelapa.
Bila kita lihat, isinya tetap sama bahwa itu susu. Tidak mungkin jadi kopi, teh, atau yang lainnya. Ketika kita nikmati, rasanya juga sama. Ya, rasa susu. Tidak mungkin rasa minuman lain. Tapi begitu kita banting keduanya, perhatikan, wadah mana yang akan hancur?
Jadi pilihlah wanita yang tahan banting. Kecantikan, kemewahan, dan lainnya hanyalah penunjang. Jangan dijadikan patokan akan hidup bahagia dalam pernikahan.
"Takutlah kepada Allah dalam urusan wanita. Sesungguhnya kamu ambil dgn kepercayaan Alloh dan kamu halalkan mereka dengan kalimat Allah." (HR. Bukhari)

Hanya itulah yang bisa saya sampaikan.
Mohon maaf apabila ada kekurangan dan kesalahan. Karena segala kebenaran hanya milik Alloh semata.
Wassalamu'alaikum wr. wb.
Cat. : Tentang ini telah dipostingkan di twitter @m_iping

Kamis, 12 Juli 2012

Sekilas Tentang Huruf Sunda Kaganga


Sampai saat saya tulis blog ini, saya sedang belajar tentang aksara/huruf Sunda.
Ada rasa malu ketika anak SMP menulis di secarik kertas menggunakan huruf ini. Padahal dalam kesehariannya anak itu ketika berbicara dengan keluarganya sangat jarang sekali (bahkan boleh saya katakan tidak pernah) menggunakan Basa Sunda. Saya yang USA alias Urang Sunda Asli dan asa aing urang Sunda juga belagak nyunda, merasa tersentil melihat hal ini.

Selain itu, penulisan nama jalan di kota Bandung selain tertulis nama jalannya, dibawahnya ada tulisan dalam versi aksara/huruf sunda kaganga.




Untuk itu saya coba cari referensi sekedar belajar aksara/huruf Sunda dan alhamdulillah saya dapatkan. Memang sudah lama saya dapatkan, tapi baru kali ini saya simpan diblog, anggap saja sebagai sarana belajar.
Dan eng, ing, eng,..... inilah hasilnya.....

Aksara/Huruf Sunda Kaganga Atau huruf Sunda Buhun berjumlah 32 huruf, terdiri dari, 7 aksara swara 'vokal mandiri' dan 25 aksara ngalagena (konsonan).

  • Aksara Swara "Vokal Mandiri"
 
Aksara swara/vokal mandiri artinya huruf vokal tersebut digunakan ketika tidak digunakan oleh konsonan. seperti huruf i pada Iping dan Imas, huruf a pada muliA dan Air, dan sebagainya.


  • Aksara Ngalagena (Konsonan)












Adapun huruf konsonan dalam huruf Sunda Kaganga sudah merangkap dengan huruf vokal /a/. seperti ka, ga, nga, pa, dan sebagainya yang semuanya berakiran vokal a. Jika ingin dirubah menjadi ku, gi, atau po, maka harus memakai rarangken.

Ada 14 macam Rarangken yang terdiri dari 3 kategori.

- 5 macam rarangken yang ditulis diatas huruf,
- 3 macam rarangken yang ditulis di bawah huruf, dan
- 6 macam rarangken yang ditulis sebaris dengan huruf.

5 macam rarangken yang ditulis di atas huruf















  






3 macam rarangken yang ditulis di bawah huruf

 6 macam rarangken yang ditulis sebaris dengan huruf





















Kalau berminat download font huruf sunda kaganga silakan di sini
SundaneseUnicode-1.0.5.ttf


Referensi
http://sunda-kaganga.blogspot.com



Contoh penulisan aksara/huruf sunda kaganga

ASMARANDANA

Éling éling masing éling,

Rumingkang di bumi alam,

Darma wawayangan baé,

Raga taya pangawasa,

Lamun kasasar lampah,

Napsu nu matak kaduhung,

Badan anu katempuhan.




LADRANG

Aya hiji rupa sato leutik,

Éngkang-éngkang, éngkang-éngkang,

Sok luluncatan di cai,

Ari bangun arék sarupa jang lancah.




Selain itu juga ada angka Sunda.





Semoga yang sedikit ini menjadi bermanfaat.

Rabu, 11 Juli 2012

Program Investasi Sedekah, Benarkah?

Assalamu'alaikum wr. wb.
Bismillahirrahmaanirrahim

Entah kapan brosur yang saya dapat ini pertama kali dibuat. Brosur sebanyak 1 (satu) bundel yang terdiri dari 9 halaman itu mengajak bersedekah melalui Program Investasi Sedekah.
Judul kop-nya oke "Program Investasi Sedekah Ustadz Yusuf Mansur - Program Untuk Ummat"
Lebih hebatnya, ada tulisan 8 Milyar
Judul brosur 7 (Tujuh) Langkah Meraih Rizqi Melimpah dan Halal Insya Allah Sukses !
Pokoknya pada sampulnya sangat mempesona, dari mulai anjuran untuk membaca seluruh brosur, anjuran membaca dengan teliti dan informasi adalah lembaran nyata, dll.

Pada lembar ke-2 berisi tulisan : Ikhlas Beramal KEAJAIBAN MEMBERI CAHAYA QOLBU Seri Refleksi ISTADZ K.H. YUSUF MANSUR An Introduction to THE MIRACLE OF GIVING.
Isinya dimulai tanpa kalimat salam dan tanpa basmalah. (rada heran kan?)
Paragraf 1 berisi nama program dan impian menjadi orang yang sangat sejahtera dalam 4 bulan.
Paragraf 2 berisi impian barang mewah dan uang milyaran beserta jalannya yaitu investasi sedekah.
Paragraf 3 berisi pernyataan program ini bukan penipuan (kriminalitas) dan bukan rekayasa.
Paragraf 4 berisi keputusan untuk menjalankan program ini dengan niat lillahi ta'ala.
Penutup lembaran 2 ini ada salam penutup. (Hebat ya, salam pembuka tidak ada tapi penutup ada)

Pada lembar ke-3 & 4 berisi kisah dan kesaksian
Rata-rata isi kesaksiannya ya gitu deh, dimulai dari ketidak sengajaan lantas jadi jutawan karena uangnya beranak pinak dengan sendirinya. Mirip kayak sinetron, apalagi ada bumbu seorang yang kaya lalu jatuh miskin hingga diusir dari rumah dan akhirnya mendapatkan kekayaan kembali lewat program investasi sedekah ini.

Pada lembar ke-5, 6 & 7 berisi langkah-langkahnya
ada 2 langkah yang harus ditempuh. Langkah yang pertama yaitu LANGKAH DUNIA dengan melakukan sedekah melalui transfer kepada 4 orang @Rp. 20.000,- jadi total Rp. 80.000,- dan tidak lupa juga untuk mengkopi brosur tersebut untuk kembali disebar luaskan.
Langkah yang kedua yaitu LANGKAH LANGIT yang amarnya melaksanakan sholat wajib, sholat sunnah (tahajud, dhuha, dll.) juga puasa senin kamis dan rajin membaca Al-Qur'an minimal sehari 1 juz dan diutamakan QS. Al-Waqiah dibaca rutin. Seolah-olah kita meminta bantuan bala tentara langit untuk mewujudkan harapannya itu.
Kalau melihat pada langkah langit, memang hal yang biasa dilakukan muslim.

Pada lembar ke-8 berisi Sampel Kolom Bukti Transfer & Kolom Investor Baru.
Pada lembar ke-9 berisi Kolom Bukti Transfer & Kolom Investor Baru yang masih kosong.

Saya bolak balik baca brosur itu, tidak ada 1 hadits pun atau ayat Qur'an yang menjadi spirit bersedekah. Hanya saya melihat beberapa kata ALLAH (menggunakan huruf besar), dan dari semua kata ALLAH dengan huruf besar ataupun kecil, tidak saya jumpai kata Allah swt. (subhanahu wa ta'ala)
Sebetulnya banyak kepincangan dari isi brosur itu baik dari segi kalimat dan juga penulisan, terutama penggunaan huruf yang kurang enak dilihat. Ini sangatlah berbeda dengan brosur-brosur lain yang pernah saya dapatkan.

Mirisnya, brosur ini bukan milik saya, tapi milik majikan saya yang menyuruh saya untuk mengetik ulang supaya tulisannya yang sudah kurang jelas dapat dibaca dengan baik. Dan rencananya brosurnya itu akan kembali disebarkan di berbagai tempat dan dibagikan ke orang-orang.

Akhirnya saya berkesimpulan bahwa ini adalah PENIPUAN HARAPAN.
Memang tidak ada yang dirugikan, akan tetapi brosur ini memicu harapan kosong dengan impian menjadi kaya raya hanya bersedekah yang totalnya Rp. 80.000,- dan transfer itu justru ditujukan pada orang yang entah kita kenal ataupun tidak sama sekali.
Sedekah yang kita lakukan (berikan) harus tepat sasaran. Misalnya fakir, miskin, anak yatim atau membantu pendidikan anak yang tidak mampu. Dan saya memiliki keyakinan kuat, seorang fakir miskin tidak memiliki sebuah nomor di rekening di bank manapun, bahkan kalau saya boleh menduga, kaum fakir miskin hanya memiliki rekening hutang pada tetangga kanan kiri, warung dan lainnya.
Padahal dalam bersedekah, kita harus ikhlas karena Allah semata, tanpa mengharapkan balasan apapun kecuali kebaikan dikemudian hari (dunia & akhirat). Yang kita inginkan dalam niatan bersedekah yaitu membersihkan harta kita dari segala bentuk "kotoran dunia".

Selain cuma nama Ust. Yusuf Mansur, tidak ada lagi sumber kontak lain.
Ingatlah saudaraku, bahwa Allah swt tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali kaumnya yang merubah sendiri.
Alangkah baiknya bersedekah pada keluarga terdekat, karena selain kita beramal, juga bisa bersilaturrahim.
Jangan terburu-buru terpikat apa lagi terbuai janji sebuah ajakan tanpa kita mengetahui sumbernya, rujukannya, keabsahannya dan hal lain yang dapat menjadikannya LEGAL dimata agama dan juga hukum.

Saya lampirkan beberapa hadits yang saya copas dari berbagai sumber di Mbah Google tentang keutamaan sedekah bagi keluarga, kerabat & orang terdekat.

Satu dinar yang engkau keluarkan di jalan Allah, lalu satu dinar yang engkau keluarkan untuk memerdekakan seorang budak, lalu satu dinar yang engkau yang engkau keluarkan untuk satu orang miskin, dibandingkan dengan satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu maka pahalanya lebih besar (dari amalan kebaikan yang disebutkan tadi, -pen).” (HR. Muslim no. 995).

Harta yang dikeluarkan sebagai makanan untukmu dinilai sebagai sedekah untukmu. Begitu pula makanan yang engkau beri pada anakmu, itu pun dinilai sedekah. Begitu juga makanan yang engkau beri pada istrimu, itu pun bernilai sedekah untukmu. Juga makanan yang engkau beri pada pembantumu, itu juga termasuk sedekah.” (HR. Ahmad 4: 131)

“Hendaklah kamu berbuat baik kepada ibumu kemudian ibumu sekali lagi ibumu, kemudian bapakmu kemudian orang orang yang terdekat dan terdekat.” (HR Bukhari).

Mungkin itulah yang bisa saya sampaikan. Mohon maaf atas segala kekurangan.
Semua kebenaran hanya milik Allah swt.

Wassalamu'alaikum wr. wb.